Rabu, 8 Sep 2010  
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
 
   
 
   
   
 
.:: Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Pusat Data PERSI dan Sekretariat PERSI Pusat libur mulai Hari Rabu tanggal 8 September 2010 sampai dengan Rabu tanggal 15 September 2010, masuk pada Hari Kamis tanggal 16 September 2010, Segenap Pengurus Pusat Data PERSI dan PERSI Pusat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal Aidzin wal Faidzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin ::.
 
Perdagangan Bebas Asean-China Ancam Kesehatan Masyarakat Bawah
Senin, 8 Feb 2010 16:38:02

Pdpersi, Jakarta - Pemberlakuan Perdagangan Bebas Asean-China (Asean-China Free Trade Area/AC-FTA) dikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat lapis bawah. Serbuan obat–obat murah produksi Tiongkok ke Indonesia yang tidak terkontrol Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berpotensi memperparah kesehatan warga.

Penentuan biaya rumah sakit dan obat-obatan otomatis mengacu pada mekanisme pasar bebas. Padahal, kesiapan masyarakat atas pasar bebas khususnya dengan Cina masih sangat rendah. Selain serbuan obat-obatan, pemilik modal asing bisa saja segera memiliki rumah sakit swasta tanah air. Dampaknya, mekanisme ekonomi pasar bebas akan menentukan biaya kesehatan masyarakat.

Menurut penilaian Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), organisasi swadaya masyarakat peduli kesehatan, AC-FTA, tidak saja merugikan Indonesia di sektor usaha kecil dan menengah namun juga pada aspek kesehatan warga.

“DKR melihat ada ancaman nyata di depan mata terhadap kesehatan masyarakat dengan diberlakukannya AC-FTA. Sebelum AC-FTA saja kesehatan masyarakat sudah terpuruk,” ungkap Pembina Utama DKR Siti Fadillah Supari yang juga Menkes periode 2004-2009 di Jakarta, kemarin.

Sebelum pemberlakukan AFTA, keluhan tentang mahalnya biaya kesehatan warga sudah mengemuka. Hal tersebut tampak seperti di Lampung belum lama ini. Nonha Sartika, misalnya, mengeluh. Pasalnya, rumah sakit tempatnya berobat di Lampung memaksa ibu dua anak ini membayar uang muka sebelum pelayanan kesehatan dilakukan.

Padahal, saat masuk rumah sakit itu dirinya tak punya uang sepeserpun. Nasib yang yang sama menimpah Siti Aisah di Bekasi belum lama ini. Jika Nonha tak punya uang muka, Siti Aisah terbentur penolakan rumah sakit atas Jamkesmas miliknya. Rumah sakit itu tidak menerima pasien Jamkesmas.

Sekjen Dewan Kesehatan Rakyat Web Warrow mengakui, dengar terbukanya ACFTA akan mengancam pelayanan kesehatan, terutama untuk masyarakat miskin. Karena, kepentingan bisnis akan membuat harga obat-obatan melambung tinggi.

Menurut Warrow, kekuatan modal juga dikhawatirkan akan mendorong berkembangnya industri rumah sakit internasional. Dengan demikian pelayanan RS terhadap masyarakat miskin semakin terabaikan.

Prinsip operasional rumah sakit swasta jelas berorientasi komersial. Itu sebabnya, kata Warrow, pasien dari warga miskin jelas tidak dilayani rumah sakit swasta, apalagi yang bertaraf internasional. Lebih dari itu, serbuan obat-obat murah akan mendesak produsen obat dalam negeri menurunkan harga obat, yang pada akhirnya mengabaikan kualitas obat itu sendiri.

“Kalau kualitas obat sudah diturunkan hanya demi bersaing dengan obat Tiongkok, maka dampaknya kembali ke masyarakat miskin,” tegas Warrow.

Jika kondisi ini terjadi, lanjut Sekjen DKR itu, penarapan AC-FTA justru tidak membawa dampak positif bagi kesehatan warga. Dalam prinsip ekonomi pasar bebas yang bisa bertahan (survive) adalah pemain pasar yang lebih siap baik modal, sumber daya, dan teknologi. “Teknologi kita jelas kalah dari Cina, apalagi teknologi di bidang kesehatan,” kata Warrow. (izn)
 
 
Cakrawala Lainnya :
Pengukuhan Sekretaris Jenderal PP. PERSI
Laboratorium Kesehatan Makin Dibutuhkan Dalam Penegakan Diagnosis
Asyik! Klinik Jamu Kini Hadir di 12 RS
Tubuh Sehat dengan Diet Makanan Berkarbohidrat Rendah
Pengembangan Alkes Lokal Minim Dukungan
 
Lihat Arsip Cakrawala
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
   
 
 
Comparative Sudy & Umroh Plus - Health Financing And Hospital Finance
Workshop Metode Baru : Perencanaan SDM Rumah Sakit - Gelombang 3
Pelatihan Perawatan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit
Seminar Nasional X PERSI - Seminar Tahunan IV Patient Safety - Hospital Expo XXIII Tahun 2010
Workshop Di Alam Asri - Keselamatan Pasien Dan Manajemen Risiko Klinis - PERSI - KKPRS - KARS & IMRK
 
 
Kandungan
(dr. Ferry A. Firdaus Mansoer, MM, SpOG.)
Anak
(dr. Rudi Hartono, SpA)
Andrologi
Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek. SpAnd
 
 
  Login
  Berita PERSI
  Teknologi Informasi & Keselamatan Pasien
 
  Berita RS
  RS Lansia Akan Berdiri di Sleman
 
  Manajemen RS
  Waspadai Penggunaan Sarana & Prasarana RS Sebelum Bermasalah Dan Membahayakan
 
  Artikel Gizi Klinis
  KANDUNGAN ENERGI DAN MINERAL PISANG YANG DAHSYAT
 
  Kehumasan RS
  Pasien Harus Tahu Hak-haknya
 
  Artikel IT
  Apa itu Cookies ?
 
 
 
 
 
 
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari pdpersi.co.id


Copyright 2003  PDPERSI.CO.ID

PUSAT DATA & INFORMASI - PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28
Kelapa Gading Jakarta Utara
Telp. 021-45845223, 45845291, 45845303, 45845304   Fax. 021-45845291


BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION