Herbal Belum Terbukti Sembuhkan Kanker
Jumat, 12 Mar 2010 12:40:04
Pdpersi, Jakarta - Hati- hati dengan iklan ramuan tradisional yang diklaim dapat menyembuhkan kanker yang kini marak ditayangkan media. Hingga saat ini, dunia kedokteran belum memasukkan herbal atau ramuan berbahan baku tanaman sebagai bagian dari terapi penyembuhan kanker. Herbal baru digunakan sebagai penunjang terhadap terapi konvensional yang ada serta juga digunakan untuk mengurangi gejala serta efek samping pengobatan kanker.
Dr Aldrin Neilwan, MARS, M.Biomed, M.Kes, SpAK, kepala Unit Complementary Alternative Medicine (CAM) RS Kanker Dharmais, mengungkapkan hal itu dalam Seminar Pemanfaatan Herbal atau jamu dalam Menunjang Pengobatan Kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta, kemarin.
Berdasarkan hasil penelitian, kata Aldrin, obat herbal belum terbukti bisa mematikan sel kanker. Karenanya, pengobatan medis seperti kemoterapi dan radiasi tetap harus dilakukan pasien kanker dan belum bisa digantikan herbal.
Aldrin juga menegaskan, herbal tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat dokter. Jika memang penggunaannya telah disarankan dokter, herbal dapat dikonsumsi dengan jeda waktu, misal satu jam. Karena ada dua kemungkinan yang bisa ditimbulkan herbal terhadap obat medis, yaitu potensiasi atau menunjang atau justru saling menghambat.
"Tidak ada gunanya jika meminum obat secara bersamaan apabila khasiatnya saling meniadakan. Itu sama halnya memasukkan sampah ke dalam tubuh," cetus Aldrin.
Di RS Kanker Dharmais sendiri, jelas Aldrin, sebanyak 80 persen pasiennya menggunakan pengobatan di luar terapi utama, berupa herbal atau akupunktur. Dan saat ini, selain RS Dharmais, ada tiga rumah sakit yang mengembangkan konsep CAM, yaitu RS Persahabatan Rawamangun, RS Kandouw Manado, dan RS Soetomo Surabaya.
Selain itu ada Klinik Scientifikasi jamu di Tawangmangu, Jawa Tengah, sebagai pusat penelitian jamu milik Kementerian Kesehatan. Kendati pemanfaatan obat herbal sangat potensial di Indonesia, di mata Aldrin, pemanfaatannya belum semaksimal seperti di China.
Padahal, di dunia terdapat kurang lebih 40 ribu spesies tanaman, yang 30 ribu di antaranya terdapat di Indonesia dan 9.600 spesies yang ada didalamnya berpotensi sebagai obat. Hingga kini baru 300 spesies yang digunakan sebagai herbal.
|
|