RSUD M. Yunus Bengkulu telah mampu melakukan layanan lanjutan stroke yaitu clipping aneurisma dan tindakan berbasis Digital Subtraction Angiography atau DSA.
Kedua layanan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas layanan stroke komprehensif hingga ke daerah. Kemampuan melaksanakan prosedur ini menempatkan Bengkulu sebagai provinsi ke-21 yang telah mampu menjalankan tindakan clipping aneurisma. Targetnya, seluruh provinsi memiliki kemampuan ini.
Penguatan layanan stroke di daerah akan dilakukan secara bertahap dan terstandar melalui pendampingan langsung kepada rumah sakit rujukan provinsi.
Plt Direktur RSUD M. Yunus Herry Permana menyampaikan bahwa proctoring clipping aneurisma menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan stroke lanjutan di rumah sakit tersebut.
“Proctoring ini menjadi tahap krusial agar layanan clipping aneurisma dan DSA dapat berjalan sesuai standar dan aman bagi pasien,” ujarnya.
Herry menambahkan, penguatan layanan stroke dilakukan seiring peningkatan kapasitas rumah sakit yang saat ini telah menjalankan sembilan layanan prioritas. Kanker dan jantung menjadi layanan utama, sementara layanan stroke lanjutan kini mulai diperkuat melalui pengembangan DSA dan clipping aneurisma.
Ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana, antara lain ketersediaan cath lab yang baru satu unit serta MRI yang saat ini belum berfungsi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh penguatan layanan stroke lanjutan di RSUD M. Yunus.
“Kehadiran layanan clipping aneurisma dan DSA ini sangat penting agar masyarakat Bengkulu tidak lagi dirujuk ke luar daerah,” ujarnya.
Mian menambahkan, Pemprov Bengkulu telah mengalokasikan anggaran infrastruktur kesehatan yang signifikan untuk mendukung penguatan rumah sakit rujukan provinsi.
“Tahun ini APBD Bengkulu mengalokasikan sekitar Rp150 miliar untuk pembangunan infrastruktur kesehatan,” katanya.
Penyebab stroke adalah tersumbatnya pembuluh darah di otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik), yang dipicu oleh faktor risiko seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, merokok, kurang aktivitas fisik, dan stres berat, yang semuanya bisa merusak pembuluh darah otak dan mengganggu pasokan oksigen ke otak. (IZn – persi.or.id)



