RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, meluncurkan layanan bedah jantung terbuka. Layanan ini merupakan bagian dari program pemerataan layanan jantung nasional. RSUP Dr. Kariadi Semarang menjadi RS pengampu regional program tersebut dan secara langsung mengawal kesiapan Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro.
Direktur Utama RS Soeradji Tirtonegoro, dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT. (K) menyatakan, dimulainya layanan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan RS yang telah berusia satu abad itu.
“RS Soeradji Tirtonegoro menapaki babak baru dengan memulai pelayanan bedah jantung terbuka. Ini adalah salah satu layanan kesehatan lanjutan berteknologi tinggi dan berisiko tinggi yang kami laksanakan sebagai bentuk dedikasi,” ujar dr. Sholahuddin di sela-sela acara Selasa, 20 Januari 2026.
Sementara, Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Agus Akhmadi, M.Kes menegaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga penguatan jejaring layanan jantung menjadi prioritas nasional.
“Program jejaring memastikan layanan yang komprehensif tidak hanya berpusat di rumah sakit besar, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Klaten,” kata dr. Agus.
Inovasi ini juga mendapat dukungan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo yang menyambut baik kehadiran layanan ini. “Masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Semarang, Jakarta atau Surabaya,” ujar Hamenang.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, pembiayaan kesehatan untuk penyakit jantung di Indonesia mencapai Rp19,7 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya beban penyakit jantung sekaligus menegaskan urgensi penguatan layanan bedah, termasuk bedah jantung terbuka baik untuk kasus kelainan jantung bawaan anak maupun pasien dewasa.
Pada 2012, hanya ada 10 RS yang bisa melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia dan kini bertambah menjadi 35 RS di sekitar 30 provinsi, dan RS Soeradji resmi menjadi yang ke-36. (IZn – persi.or.id)



