Rakernas PERSI 2026 Kupas Tantangan Regulasi, Sistem Tarif JKN, hingga Implementasi AI

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 6-7 Februari 2026 yang dilaksanakan secara hibrid. Pertemuan luring dilaksanakan di Hotel Truntum Kuta Bali. Sedangkan para pengurus PERSI Wilayah serta pengurus 18 asosiasi rumah Sakit (RS) yang tidak dapat hadir langsung, mengikuti melalui Zoom dan YouTube PERSI Pusat. Tema yang dikupas adalah “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Buatan.”

Rakernas diikuti jajaran Dewan Pengawas, Pengurus PERSI Pusat dan Wilayah, Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (MAKERSI), asosiasi perumahsakitan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Raker tahun ini juga dilengkapi dengan rangkaian rapat komisi, pleno komisi, sarasehan serta workshop. Tujuan utama kegiatan ini merumuskan rekomendasi penguatan organisasi dan program kerja PERSI sepanjang 2026.

Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo, Sp.O.G, SubSp.K.Fm, MARS, FISQua pada saat membuka acara menegaskan, pentingnya penguatan tata kelola organisasi agar PERSI semakin efektif dalam memperjuangkan kepentingan anggota rumah sakit.

“Saya ingatkan kembali terkait visi, misi, dan tujuan PERSI. Kita memang ingin mandiri dan maju. Mandiri artinya kita tidak pernah mendapatkan bantuan APBD, APBN dan yang lainnya. Kita betul-betul mandiri, tidak pernah mendapatkan bantuan. Kegiatan itu dibiayai oleh anggota maupun dari kegiatan bersama pihak ketiga. Jadi kita harus memanfaatkan dana yang dihimpun itu untuk dikembalikan bagi kepentingan dan kebutuhan anggota yaitu rumah sakit. Salah satunya, kita juga ingin agar tidak tertinggal dengan perumahsakitan global,” ujar dr. Bambang.

Rakernas PERSI 2026 menyoroti beratnya tantangan regulasi di sektor kesehatan dan perumahsakitan. “PERSI tidak menolak kebijakan regulator, tetapi mendorong agar setiap kebijakan diuji coba secara matang sampai level rumah sakit, agar tidak menimbulkan ‘shock’ dan mengganggu layanan,” tegas Ketua Umum PERSI. Sebagai bentuk sikap resmi, PERSI telah melakukan kajian dan komunikasi dengan pihak terkait sejumlah ketetapan yang menyangkut kepentingan keberlanjutan RS.

dr. Bambang mengungkapkan, Rakernas 2026 mengangkat tema penguatan rumah sakit agar tangguh dan tumbuh di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). PERSI mendorong rumah sakit memanfaatkan AI dalam pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan layanan jarak jauh, hospital at home, serta pemanfaatan talenta digital di lingkungan rumah sakit. Perkembangan teknologi dinilai akan menggeser layanan rumah sakit ke arah promotif, preventif, hingga prediktif.

Selain itu, isu mutu layanan dan penerapan patient-centered care juga menjadi sorotan. PERSI mendorong rumah sakit untuk meningkatkan empati, melibatkan pasien dan keluarga dalam pengambilan keputusan klinis, serta mengadopsi indikator PREMs dan PROMs sebagai ukuran keberhasilan layanan. Patient-Reported Experience Measures (PREMs) adalah alat berbasis kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengalaman pasien selama menerima layanan kesehatan. Sedangkan PROMs, yaitu Patient-Reported Outcome Measures adalah kuesioner atau survei terstandarisasi yang diisi langsung oleh pasien untuk menilai status kesehatan, gejala, fungsi fisik, dan kualitas hidup mereka. Data ini digunakan klinisi untuk mengukur efektivitas perawatan dari perspektif pasien.

Selain itu, dr. Bambang juga menyoroti pentingnya pencegahan fraud, serta penguatan peran dewan pengawas dan satuan pengawasan internal yang juga menjadi agenda penting dalam Rakernas.

PERSI juga menegaskan pentingnya peran rumah sakit dalam mendukung keberlanjutan global, termasuk pengurangan emisi karbon. Program master class Net Zero yang bekerja sama dengan International Hospital Federation (IHF) dinilai sebagai langkah awal agar rumah sakit Indonesia tidak tertinggal dalam agenda keberlanjutan.

dr. Bambang menegaskan, PERSI berharap seluruh pengurus pusat dan wilayah dapat terus berkontribusi nyata bagi anggota rumah sakit. “Organisasi ini harus memberi manfaat konkret. Raker 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat PERSI dan meningkatkan kualitas layanan perumahsakitan di Indonesia,” kata dr. Bambang. (IZn – persi.or.id)