Sebanyak 24 RSUD tengah di enam provinsi di Papua ditingkatkan fasilitas dan kualitas layanannya. 24 RS itu berlokasi di Papua Barat Daya (Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat), Papua Barat (Pegunungan Arfak), serta Papua (Keerom, Waropen, Sarmi, Supiori, Mamberamo Raya). Berikutnya, Papua Tengah (Puncak, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya), Papua Selatan (Boven Digoel, Mappi, Asmat), dan Papua Pegunungan (Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo).
RSUD di lokasi-lokasi tersebut akan ditargetkan memiliki dokter spesialis yang meliputi Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), Spesialis Kesehatan Anak (Sp.A), Spesialis Bedah (Sp.B), Spesialis Obstetri dan Ginekologi/Kebidanan (Sp.OG), Spesialis Anestesiologi (Sp.An), Spesialis Radiologi (Sp.Rad), Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK), dokter spesialis jantung, dan saraf. Pengembangan itu diyakini akan berdampak positif terhadap perbaikan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami mengupayakan afirmasi seleksi beasiswa kedokteran, khususnya dokter spesialis,” kata Ketua Komite III DPD Dr. Filep Wamafma, awal pekan ini.
Kebijakan afirmasi pendidikan kedokteran, lanjut Dr. Filep, menjadi kunci untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
“Kami akan mengoptimalkan peluang afirmasi beasiswa dokter spesialis, supaya setelah mereka tamat, bisa kembali mengabdi di Tanah Papua.” kata Dr. Fillep. (IZn – persi.or.id)



