Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) hari ini, Sabtu, 11 April 2026 merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-48 tahun. Tema yang diusung, “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Buatan.”
Saat ini PERSI beranggotakan 2.899 rumah sakit dan menaungi 18 asosasi rumah sakit.
Ide pembentukan PERSI mulai dicetuskan pada 4 Februari 1973 di RS Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sedang pendiriannya diresmikan pada 11 April 1978 di Jakarta.
Sejarah PERSI diawali himbauan pemerintah pada masa itu, yang menyerukan pembentukan organisasi perumahsakitan di Indonesia. Saat itu Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan surat nomor 751/Yankes/I.0/77 tanggal 19 September 1977 yang menganjurkan kepada rumah sakit-rumah sakit untuk membentuk suatu wadah organisasi nasional bagi seluruh rumah sakit di Indonesia.
Surat itu ditindaklanjuti Kepala Direktorat Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI pada 7 Januari 1978 yang mengundang rumah sakit-rumah sakit, dan pada pertemuan tersebut terbentuklah Panitia Lima yang terdiri atas wakil Ikatan Rumah Sakit Propinsi yang telah ada. Panitia Lima ditambah dengan Direktur Rumah Sakit Pendidikan Dokter yang lain menjadi Panitia Pendiri Organisasi Nasional Rumah Sakit Seluruh Indonesia. Pada rapat tangal 4-5 Pebruari 1978 di Bandung, memilih Dr. Soeraryo Darsono sebagai Ketua Panitia dan menyusun Anggaran Dasardan Anggaran Rumah Tangga.
Akhirnya pada rapat Panitia Pendiri tanggal 9 Maret 1978 di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta tersusunlah calon Pengurus Pusat dan beberapa perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tercantum nama wadah organisasi ini adalah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia disingkat PERSI.
Seluruh rancangan beserta perubahannya akhirnya dapat disetujui pada rapat pleno Panitia Pendiri tanggal 11 April 1978, jam 20.00 Wib. Selanjutnya disahkan oleh Notaris pada tanggal 12 April 1978 dan Pengurus Pertama dilantik oleh Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia tanggal 15 April 1978.
Dengan berdirinya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai satu-satunya organisasi perumahsakitan seluruh Indonesia maka Himpunan Rumah Sakit Pendidikan
Indonesia (HIRSPI) melebur ke dalam PERSI, menjadi Departemen Pendidikan PERSI. Susunan Pengurus PERSI Pertama ini diketuai oleh Dr. Soeraryo Darsono dengan Sekretaris Jenderal Dr. Amino Gondohutomo.
Disamping menyusun kepengurusan dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Panitia Pendiri juga berupaya membentuk cabang-cabang PERSI sebagai kelengkapan organisasi. Pada tahun 1979 berhasil dibentuk 14 cabang, masing-masing adalah:
- Sulawesi Utara,
- Kalimantan Timur,
- Irian Jaya,
- Bali dan Nusa Tenggara,
- Jawa Tmur,
- D.I Yogyakarta,
- Jawa Barat,
- Sumatera Barat,
- Sumatera Utara,
- DKI Jakarta (IRSJAM),
- Maluku,
- Sulawesi Selatan dan Tenggara
- Jawa Tengah dan
- Kalimantan Selatan.
Kini PERSI terus bertumbuh dengan memiliki 33 PERSI Wilayah yang tersebar di Nusantara. Organisasi terus menguatkan fungsinya untuk meningkatkan mutu rumah sakit, mendorong peningkatan standar mutu pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit. Selain itu, PERSI juga menjadi mitra pemerintah, bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan, termasuk mendukung transformasi pelayanan kesehatan. Ada pula fungsi penguatan organisasi rumah sakit, menjadi wadah pembinaan, pengembangan, dan advokasi bagi rumah sakit. Selain itu, PERSI juga secara rutin melakukan fungsi edukasi dan pengembangan dengan menyelenggarakan seminar dan edukasi untuk memperbarui informasi pada anggotanya.
Pada 2026, rangkaian kegiatan Seminar Nasional PERSI akan diselenggarakan pada 7 – 10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. (IZn – persi.or.id)



