Program Eksekutif Muda Rumah Sakit Indonesia, Kontribusi PERSI untuk Kuatkan Kemimpinan RS

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) kembali membuka angkatan kedua program Eksekutif Muda Rumah Sakit Indonesia (EMRI) sebagai upaya menyiapkan calon-calon pemimpin rumah sakit yang mampu menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Program ini menjadi salah satu strategi dan kontribusi PERSI dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan rumah sakit di Indonesia melalui penguatan kapasitas generasi muda.

Program EMRI itu dikupas dalam Let’s Talk with PERSI Seri 7 bertajuk EMRI: Terobosan Bagi Keberlanjutan Rumah Sakit yang diselenggarakan Senin (13/7).

Wakil Ketua I PERSI dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT, M.Kes. mengatakan perubahan yang sangat cepat di sektor kesehatan menuntut rumah sakit memiliki pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu merespons perkembangan teknologi, regulasi, serta kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, EMRI dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan para manajer muda rumah sakit dengan para praktisi senior sehingga terjadi proses transfer pengalaman, wawasan, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengelola rumah sakit di masa depan. Program ini tidak hanya memberikan pembelajaran konseptual, tetapi juga berbasis pengalaman nyata para pemimpin rumah sakit.

Sementara, anggota Kompartemen Diklat dan SDM PERSI sekaligus pendamping program EMRI, dr. Achmad Soebagio Tancarino, MARS menjelaskan EMRI merupakan komunitas pembelajaran bagi para talent pool rumah sakit. Peserta dipersiapkan menjadi calon pemimpin organisasi melalui pembelajaran yang berkelanjutan, jejaring profesional, serta diskusi mengenai berbagai tantangan strategis di bidang perumahsakitan.

“EMRI bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah komunitas belajar yang akan terus berjalan. Setelah program selesai, para peserta tetap menjadi bagian dari jejaring pembelajaran untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan inovasi,” jelasnya.

Keunggulan lain dari EMRI adalah kesempatan bagi peserta terbaik untuk memperluas wawasan kepemimpinan hingga tingkat internasional. Program ini merupakan adaptasi dan pengembangan Young Executive Leaders (YEL) yang diselenggarakan oleh International Hospital Federation (IHF).
Alumni YEL IHF, dr. H. Fathul Huda, SpN., MMRS., PhD, mengungkapkan pengalaman mengikuti program internasional membuka perspektif baru mengenai kepemimpinan rumah sakit, mulai dari transformasi digital, pengelolaan sumber daya manusia, hingga inovasi layanan kesehatan. Menurutnya, EMRI menjadi langkah awal yang penting untuk menyiapkan pemimpin rumah sakit Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, alumni YEL IHF lainnya, dr. Mega Febrianora, SpJP(K), FIHA., FAPSC., CRFC, menilai rumah sakit masa depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya fokus pada layanan kuratif, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi promotif dan preventif sehingga pelayanan menjadi lebih berkelanjutan.

Pengalaman serupa disampaikan drg. Wenang Anindyadatta Lanisy, M.P.H., CFHCM., FISQua., peserta terbaik kedua EMRI angkatan pertama. Ia menilai materi yang disampaikan para praktisi senior memberikan manfaat yang sangat aplikatif bagi peserta dalam mengembangkan strategi bisnis rumah sakit, membangun layanan baru, serta memperkuat keberlanjutan organisasi.


“Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kepemimpinan rumah sakit, tetapi juga membangun jejaring nasional dengan sesama calon pemimpin rumah sakit dari berbagai daerah di Indonesia. Karena EMRI tidak hanya berjalan di kelas, namun berlanjut hdalam berbagai diskusi dan jaringan yang terbentuk setelahnya.”

PERSI, kata dr. Achmad, berharap Program Eksekutif Muda Rumah Sakit Indonesia dapat melahirkan generasi pemimpin rumah sakit yang memiliki visi strategis, kemampuan kolaborasi, serta inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan demikian, rumah sakit Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan perubahan sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi di masa depan.

Pendaftaran Program Eksekutif Muda Rumah Sakit Indonesia (EMRI) Batch 2 telah dibuka. Informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui kanal resmi PERSI. (IZn – persi.or.id)