A. Latar Belakang
Sejak digaungkannya konsep Patient Safety yang merupakan salah satu upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan berdampak terhadap perubahan dalam pemberian layanan kesehatan bagi Masyarakat, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan banyak masyarakat yang berpendidikan dan menguasai informasi menuntut untuk memperoleh pelayanan Kesehatan yang berkualitas. Perlu dilakukan transformasi dalam sistem pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan berfokus pada pasien dan pemberian asuhan pasien yang aman sehingga pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi indikator keberhasilan dari Manajer dan Pimpinan Rumah Sakit
Secara rutin rumah sakit telah menerapkan Keselamatan Pasien melalui 4 prinsip Keselamatan Pasien sesuai PMK No. 11 tahun 2017 yaitu: Standar Keselamatan Pasien, Sasaran Keselamatan Pasien, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien, Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. Tahap berikutnya adalah meningkatkan penerapan Keselamatan Pasien melalui asesmen khusus menggunakan Kriteria Kritis Rumah Sakit Ramah Keselamatan Pasien (RSRKP) yang bersumber
dari Patient Safety Friendly Hospital Initiative – Patient Safety Assessment Manual 3rd edition, 2020.
Pihak manajemen rumah sakit tidak berhubungan langsung dengan pasien, akan tetapi regulasi, kebijakan dan sistem yang dibuat di fasilitas pelayanan kesehatan akan mempengaruhi hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan. Mereka memiliki dua peran utama dalam mengembangkan pelayanan yang berfokus pada pasien Patient Centered Care (PCC) yaitu membuat kebijakan, dan membangun sistem yang mendukung PCC.
The Institute of Medicine (IOM) mendefinisikan Patient Centered Care adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang menciptakan hubungan kerjasama yang baik diantara praktisi kesehatan, pasien, dan keluarganya (jika diperlukan) untuk menjamin bahwa keputusan yang dibuat menghormati keinginan pasien, kebutuhan pasien, pilihan pasien, menjamin pasien mendapatkan pengetahuan serta mendukung pasien untuk mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam perawatan mereka sendiri
Workshop ini diharapkan dapat membantu manajer Kesehatan dalam memahami konsep Patient Centered Care (PCC) dan bagaimana menerapkannya di rumah sakit.
B. Tujuan Kegiatan :
a. Tujuan Umum :
Mendorong lahirnya paradigma baru dalam pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan pemberian pelayanan berfokus pada pasien di rumah sakit seluruh Indonesia.
b. Tujuan Khusus :
- Peserta diharapkan dapat memahami dan mampu menerapkan konsep Patient Centered Care (PCC) di rumah sakit.
- Meningkatnya pemahaman para praktisi Rumah Sakit terhadap program keselamatan pasien
- Meningkatnya perubahan pola layanan kesehatan di rumah sakit.
- Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan praktis tentang Keselamatan Pasien.
- Rumah sakit diharapkan bukan lagi menerapkan keselamatan pasien tetapi bertransformasi dan menjadikan rumah sakit ramah keselamatan pasien (Patient Safety Friendly Hospital).
C. KRITERIA PESERTA :
a. Sasaran :
- Direktur dan Pemilik RS
- Komite Medis
- Komite Mutu dan Keselamatan Pasien RS
- Bidang Keperawatan
- Bidang Pelayanan Medis
- Bidang Penunjang Medis
- Supervisor Keperawatan
- Instalasi : Rawat Inap, Gawat
- Instalasi Farmasi
- Instalasi Laboratorium Klinik
- Instalasi Radilogi dan Radio Terapi
- Seluruh Nakes dan Named
- Pemerhati Kesehatan
b. Target Peserta : 60 Orang
D. FASILITATOR
- dr. Nico Lumenta, K.Nefro, MM, MH.Kes, FISQua, CRP, MQM,CHAE, CPCCP, CHCM (USA)
- dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH
- dr. Yanuar Jak, SpOG.MARS. PhD. FISQua, MPM, CLC, CDMP, CFRM.CH.T, CH Med
- dr. Amelia Martira, Sp.An-TI, S.H., M.H, IBCLC
- Dr. Rita Sekarsari, SpK, Sp.KV, MHSM, MH, FISQua
- Dr. dr. Santi Anugrahsari, Sp.M, M.Sc, CPCCP, CHAE, FISQua
E. JADWAL KEGIATAN
Hari / Tanggal : Kamis – Jum’at, 12 – 13 Februari 2026
Waktu : 07.00 – 17.00 Wib
Tempat : Hotel Aryaduta Menteng, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No. 44-48 Jakarta 10110



