Workshop 7 Langkah Strategis Menuju Rumah Sakit Zero Harm dan Berdaya Saing Tinggi

A. LATAR BELAKANG
Keselamatan pasien merupakan fondasi utama mutu pelayanan dan keberlanjutan rumah sakit. Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat, transparansi publik, serta pengawasan regulasi yang semakin ketat, setiap insiden keselamatan pasien bukan hanya berdampak klinis, tetapi juga berimplikasi pada reputasi, kepercayaan publik, dan stabilitas finansial rumah sakit. Satu kejadian tidak diharapkan dapat berkembang menjadi krisis reputasi yang memengaruhi daya saing institusi secara menyeluruh.

Di Indonesia Gerakan moral keselamatan pasien rumah sakit telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan pada Pembukaan Seminar Nasional PERSI tanggal 21 Agusus 2005.

Sejak tahun 2005 Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit – PERSI telah melakukan berbagai kegiatan sesuai Visi-nya : “Meningkatnya keselamatan pasien & mutu pelayanan RS”, serta Misi pertama-nya : “Mengangkat secara Nasional focus keselamatan pasien”.

Pada pertengahan tahun 2012 Kementerian Kesehatan membentuk Komite Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Dengan hadirnya Komite Nasional tersebut, PERSI dalam Kongres XII November 2012 memutuskan untuk mengakhiri tugas KKPRS – PERSI sebagai badan, dan sebagai gantinya membentuk Institut Keselamatan Pasien Rumah Sakit (IKPRS).

Data nasional dan global menunjukkan bahwa sebagian besar insiden keselamatan pasien sebenarnya dapat dicegah melalui sistem yang kuat, budaya keselamatan yang konsisten, serta kepemimpinan yang berkomitmen. Namun, tantangan utama di banyak rumah sakit bukan pada kurangnya regulasi atau standar, melainkan pada implementasi yang belum terintegrasi secara strategis dari level direksi hingga lini pelayanan terdepan. Keselamatan pasien sering kali masih dipersepsikan sebagai kewajiban administratif, bukan sebagai strategi bisnis dan tata kelola risiko.

Pendekatan 7 Langkah Keselamatan Pasien memberikan kerangka sistematis untuk membangun budaya keselamatan, memperkuat sistem pelaporan dan pembelajaran insiden, serta memastikan perbaikan berkelanjutan. Implementasi yang efektif dari ketujuh langkah ini mampu menggeser paradigma dari reaktif (firefighting) menjadi preventif dan proaktif, sehingga risiko klinis dapat dikelola sebelum berkembang menjadi kerugian finansial dan reputasi.

Sebagai organisasi yang menaungi rumah sakit di Indonesia, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia memandang perlu adanya penguatan kapasitas kepemimpinan dan manajerial rumah sakit dalam menerjemahkan konsep keselamatan pasien menjadi strategi institusional. Melalui Workshop “7 Langkah Strategis Menuju Rumah Sakit Zero Harm dan Berdaya Saing Tinggi”, diharapkan direksi, pemilik, komite mutu, kepala instalasi, dan tenaga kesehatan memiliki
pemahaman yang selaras serta kemampuan implementatif untuk membangun system keselamatan yang kokoh, terukur, dan berkelanjutan.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Umum :
Meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial rumah sakit dalam mengintegrasikan 7 Langkah Keselamatan Pasien ke dalam tata kelola, budaya organisasi, dan system operasional guna mewujudkan rumah sakit Zero Harm, bermutu tinggi, serta berdaya saing kuat secara reputasi dan bisnis.

Khusus :

  1. Meningkatkan pemahaman strategis direksi dan manajemen mengenai keselamatan pasien sebagai bagian dari manajemen risiko dan keberlanjutan rumah sakit.
  2. Menguatkan komitmen kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan yang terbuka, adil (just culture), dan berorientasi pembelajaran.
  3. Meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam mengembangkan dan implementasi sistem pelaporan serta analisis insiden secara efektif.
  4. Mendorong integrasi 7 Langkah Keselamatan Pasien ke dalam kebijakan, SOP, indikator mutu, dan tata kelola klinis rumah sakit.
  5. Mengoptimalkan peran komite mutu dan pimpinan unit dalam memastikan implementasi keselamatan pasien berjalan konsisten hingga ke lini pelayanan.
  6. Mengurangi risiko klinis yang berdampak pada kerugian finansial, litigasi, dan penurunan reputasi rumah sakit.
  7. Membangun roadmap implementasi keselamatan pasien yang terukur, berkelanjutan, dan selaras dengan strategi pengembangan rumah sakit.

SASARAN PESERTA :

  1. Direksi dan Manajemen Rumah Sakit
  2. Ketua dan Anggota Komite (PMKP, PPI, Keselamatan Pasien, Keperawatan, Medis)
  3. Dokter, Perawat, dan Tenaga Kesehatan lainnya
  4. Tim Akreditasi Rumah Sakit
  5. SDM Kesehatan terkait lainnya
  6. Pemerhati Rumah Sakit

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

  1. Waktu Pelaksanaan : Workshop “7 Langkah Strategis Menuju Rumah Sakit Zero Harm dan Berdaya Saing Tinggi”, dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 April 2026.
  2. Tempat pelaksanaan : Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Jl. Aipda K.S. Tubun No.7 Jakarta Barat

BIAYA INVESTASI PER PESERTA

  1. Paket A Rp. 5.250.000, (Akomodasi menginap 2 malam 1 kamar 1 orang)
  2. Paket B Rp. 4.475.000, (Akomodasi menginap 2 malam 1 kamar 2 orang)
  3. Paket C Rp. 3.700.000, (Tanpa menginap di hotel)

 

CARA MENDAFTAR/MEMBAYAR

  1. Daftarkan diri melalui registrasi online pada link berikut : https://bit.ly/Formulir-Pendaftaran-WSKP-2026 (masing-masing peserta wajib mengisi nama lengkap dan gelar untuk sertifikat, alamat e-mail yang aktif, No. HP dengan WhatsApp aktif, RS/Instansi/Organisasi, jabatan; dan (mohon peserta dapat langsung bergabung melalui link wa group setelah selesai mendaftar),
  2. Lakukan pembayaran dengan cara transfer melalui Bank Mandiri Rek No.120.0001061972 a.n. PERSI-PB;
  3. Kirimkan foto bukti transfer/pembayaran melalui WhatsApp ke Sdri. Pebriyana (HP. 0812 1879 1331)
  4. Pembatalan : bagi peserta yang sudah melakukan pembayaran bilamana berhalangan hadir, dan memberitahukan setelah tanggal 20 April 2026 (H-3) maka biaya tidak dapat dikembalikan.

FASILITAS :

  1. E-Sertifika SKP Kementerian Kesehatan RI
  2. Mengikuti workshop selama 2 hari
  3. Materi workshop (soft copy)
  4. Kits workshop
  5. Snack dan makan siang

Lampiran :
Surat Edaran Workshop 7 Langkah Strategis Menuju Rumah Sakit Zero Harm dan Berdaya Saing Tinggi