Workshop Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

A. LATAR BELAKANG
Penelitian saat ini menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak efektif di antara para profesional layanan kesehatan adalah salah satu penyebab utama kesalahan medis dan kerugian pasien. Sebuah tinjauan terhadap laporan dari the Joint Commission mengungkapkan bahwa kegagalan komunikasi merupakan akar dari lebih dari 70 persen kejadian sentinel. Ketika diminta untuk memilih faktor yang berkontribusi terhadap kesalahan perawatan pasien, perawat menyebutkan masalah komunikasi dengan dokter sebagai salah satu dari dua faktor yang paling berkontribusi, menurut the National Council of State Boards of Nursing reports. Dalam sebuah penelitian kesehatan tahun 2000 terhadap profesional pemberi asuhan , Institute for Safe Medication Practices (ISMP) menemukan intimidasi sebagai akar penyebab kesalahan pengobatan; separuh responden melaporkan bahwa mereka merasa tertekan untuk memberikan obat, yang mana mereka mempertanyakan keamanannya namun merasa terintimidasi dan tidak mampu mengomunikasikan kekhawatiran mereka secara efektif.

Semakin banyak literatur mengenai keselamatan dan pencegahan kesalahan mengungkapkan bahwa komunikasi yang tidak efektif atau tidak memadai di antara anggota tim merupakan faktor yang berkontribusi signifikan terhadap kejadian buruk. Dalam rangkaian perawatan akut, kegagalan komunikasi menyebabkan peningkatan kerugian pasien, lama rawat inap, dan penggunaan sumber daya, serta ketidakpuasan pemberi layanan yang lebih besar dan pergantian pasien yang lebih cepat. Dalam studi multilokasi tentang unit perawatan intensif (ICU), komunikasi kolaboratif yang buruk antara perawat dan dokter, dan beberapa faktor spesifik lainnya, berkontribusi terhadap peningkatan 1,8 kali lipat dalam angka kematian pasien dan lama rawat inap yang disesuaikan dengan risiko.

Analisis terhadap 421 peristiwa komunikasi di ruang operasi menemukan kegagalan komunikasi di sekitar 30 persen pertukaran tim; sepertiga dari hal ini membahayakan keselamatan pasien karena meningkatnya beban kognitif, mengganggu rutinitas, dan meningkatkan ketegangan di ruang OR. Para peneliti menemukan bahwa masalah komunikasi relatif mudah dipahami dan terbagi dalam empat kategori: (1) komunikasi yang terlambat dilakukan efektif, (2) kegagalan untuk berkomunikasi dengan semua individu yang relevan dalam tim, (3) konten yang tidak lengkap dan akurat secara konsisten, dan (4) komunikasi yang tujuannya tidak tercapai—yaitu, masalah dibiarkan tidak terselesaikan sampai pada titik urgensi.

Dengan demikian jelas bahwa komunikasi yang efektif antara penyedia layanan kesehatan dan pasien serta keluarga mereka sangat penting untuk mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas. Penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa komunikasi yang buruk atau hilang antara penyedia layanan dan pasien dapat menyebabkan kerugian atau bahkan kematian bagi pasien. This white paper from Joint Commission International ini memberikan ikhtisar tingkat tinggi mengenai tantangan dan kekurangan umum komunikasi, termasuk hal-hal berikut:

  1. Serah terima atau transisi layanan yang tidak memadai
  2. Perencanaan pemulangan yang buruk dan instruksi pasien yang tidak memadai atau tidak jelas
  3. Masalah bahasa seperti terbatasnya kemampuan berbahasa, melek huruf, dan kesehatan
  4. literasi pasien
  5. Hambatan budaya dan kesalahpahaman
  6. Tantangan terkait usia
  7. Kesalahan dalam hasil tes dan perintah medis

Disisi lain, komunikasi efektif dalam proses asuhan pasien secara kontinum meliputi : tahap penerimaan pasien, assessmen, perawatan/ pengobatan, asuhan akhir hayat, pemulangan dan transfer, kesiapan organisasi, serta komunikasi efektif secara khusus yaitu hubungan dokterpasien, perawat – pasien, komunikasi antar pemberi layanan, etika komunikasi dan medikolegal

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Umum :
Rumah sakit dapat menerapkan Sistem Komunikasi Efektif dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien
Tujuan Khusus :

  1. Meningkatnya kemampuan rumah sakit dalam melaksanakan Komunikasi Efektif dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien.
  2. Meningkatnya seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit dalam melaksanakan komunikasi efektif.
  3. Meningkatnya kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan berfokus pada pasien.

C. KOMPETENSI
Setelah mengikuti workshop ini peserta diharapkan :

  1. Memahami Komunikasi dalam PMK 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien
  2. Memahami Komunikasi dalam KMK 1128 Tahun 2022 tentang Akreditasi Rumah Sakit
  3. Memahami State of The Art Patient Safety
  4. Memahami Pantient Centered Care sebagai Elemen Pokok Keselamatan Pasien
  5. Memahami Konsep Komunikasi terkait Masalah Etik dan Medicolegal akibat Insiden Keselamatan Pasien.
  6. Melaksanakan komunikasi saat penerimaan pasien admisi
  7. Melaksanakan komunikasi saat pemberian instruksi secara lisan atau melalui telpon
  8. Melaksanakan komunikasi saat pelaporan hasil kritis
  9. Melaksanakan komunikasi saat sign in, time out dan sign out
  10. Melaksanakan komunikasi saat saat serah terima
  11. Melaksanakan komunikasi saat pasien direncanakan pulang
  12. Melaksanakan komunikasi untuk penanganan komplain akibat insiden keselamatan pasien

D. SASARAN PESERTA :

  1. Direktur /Pimpinan Rumah Sakit
  2. Ketua Komite Medik
  3. Ketua Komite Mutu dan Keselamatan Pasien
  4. Ketua Komite Keperawatan
  5. Kepala Bidang / Koordinator/ Manajer/Sub Koordinator Keperawatan
  6. Kepala Bidang / Koordinator/ Manajer/Sub Koordinator Pelayanan Medis
  7. Para Kepala Instalasi : Rawat Inap, IGD, ICU dan Bedah, Rawat Jalan
  8. Bagian Admission Office, Bagian Humas, dan lainnya

E. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

  1. Waktu Pelaksanaan :
    Workshop Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilaksanakan pada tanggal 1 – 2 Agustus 2024.
  2. Tempat Penyelenggaraan
    Workshop Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta.

F. METODE WORKSHOP

  1. Ceramah tanya jawab
  2. Case Study
  3. Diskusi kelompok

G. EVALUASI

  1. Pre tes dan post tes
  2. Evalusai Penyelenggaraan Workshop
  3. Evaluasi Pembicara

H. BIAYA INVESTASI PER PESERTA

  • Paket A Rp. 5.250.000, (Akomopdasi menginap 2 malam 1 kamar 1 orang)
  • Paket B Rp. 4.500.000, (Akomopdasi menginap 2 malam 1 kamar 2 orang)
  • Paket C Rp. 3.750.000, (Tanpa menginap di hotel)

I. CARA MENDAFTAR dan MEMBAYAR

  1. Daftarkan diri melalui registrasi online pada link berikut : https://bit.ly/Pendaftaran-WS-Komunikasi-2024 (masing-masing wajib mengisi nama lengkap dan gelar unntuk sertifikat, alamat e-mail yang aktif, No. HP dengan WhatsApp aktif RS/Instansi/Organisasi, jabatan (mohon langsung bergabung melalui link WA group peserta).
  2. Lakukan pembayaran dengan cara transfer melalui Bank Mandiri Rek No.120.0001061972 a.n. PERSI-PB;
  3. Kirimkan foto bukti transfer/pembayaran melalui WhatsApp ke Sdri. Pebriyana (HP. 0812 1879 1331)

J. Peserta mendapatkan :

  • E-Sertifikat Kemenkes RI (2 SKP)
  • Mengikuti workshop selama 2 hari
  • Materi soft copy (google drive)
  • Snack, lunch selama workshop

Lampiran:
TOR dan Surat Edaran Workshop Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan